BUTANG MENU

Wednesday, July 27, 2016

KONSEP KBAT

KONSEP & TEORI KEMAHIRAN BERFIKIR ARAS TINGGI (KBAT) 
KBAT melibatkan kemahiran intelek yang tinggi. Kemahiran ini kebiasaan melibatkan merujuk kepada empat aras teratas dalam Taksonomi Bloom iaitu mengaplikasi, menganalisa, menilai dan mencipta.
Apa Itu KBAT  Konsep & Teori KBAT
Apa Itu KBAT  Konsep & Teori KBAT
KBAT juga mengaplikasikan pemikiran secara kritikal, pemikiran kreatif, pemikiran logical, pemikiran reflektif dan meta kognitif. Secara mudahnya murid mencerap sesuatu data atau maklumat kemudian diproses dalam minda dan akhirnya dikeluarkan semula dalam pelbagai bentuk. Kemahiran berfikir ini juga dikatakan sebagai berfikir secara kritis dan kreatif.
Sumbangan: Jet Lee

teori belajar

Dalam psikologi dan pendidikan , pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang menyatukan kognitif, emosional, dan lingkungan pengaruh dan pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahan's pengetahuan satu, keterampilan, nilai, dan pandangan dunia (Illeris, 2000; Ormorod, 1995).

Belajar sebagai suatu proses berfokus pada apa yang terjadi ketika belajar berlangsung. Penjelasan tentang apa yang terjadi merupakan teori-teori belajar. Teori belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana orang dan hewan belajar, sehingga membantu kita memahami proses kompleks inheren pembelajaran. (Wikipedia)

Macam-macam Teori Belajar

Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori belajar behaviorisme,  teori belajar kognitivisme, dan  teori belajar konstruktivisme.  Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.

 

1. Teori belajar Behaviorisme

Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.

Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

2. Teori  Belajar kognitivisme

Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.

Peneliti yang mengembangkan teori kognitif  ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar.Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan.

3. Teori Belajar Konstruktivisme

Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.

Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong.

Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.

Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.

TEKNIK BELAJAR BERKESAN

Pelbagai tips dan kaedah peningkatan kemahiran yang boleh menjadi rujukan seorang pelajar Universiti. Antaranya :

  1. Kemahiran Membaca

Pautan di atas merupakan salah satu kemahiran yang dapat membantu anda menguasai teknik membaca pelbagai bahan dan rujukan di Universiti. Maklumat dari York University.

  1. Kemahiran Mengambil Nota

Pelajar mampu meningkatkan kemahiran mengambil nota dengan menggunakan pelbagai kaedah seperti mendengar, membuat format/templat tertentu untuk nota, penggunaan kata kunci 'key words' dan sebagainya. Tips di atas rujukan daripada University of Worcester.

  1. Pembentangan Lisan (Oral Presentation)

Pembentangan secara lisan merupakan salah satu perkara yang penting bagi pelajar universiti sebagai persediaan menghadapi alam pekerjaan. Tips yang dirujuk daripada University of Worcester ini membantu anda dalam merangka strategi berkesan bagi meningkatkan kemahiran pembentangan lisan dan juga berucap umum.

Saya tjs :)

Fwd: Kemahiran Berfikir Aras Tinggi


---------- Forwarded message ----------
From: MINDA BESTARI <cybertutor007@gmail.com>
Date: 2016-07-28 9:39 GMT+08:00
Subject: Kemahiran Berfikir Aras Tinggi
To: cybertutor007.units1@blogger.com


Dalam usaha kita untuk bersaing dengan negara-negara termaju di dunia, sistem pendidikan kita perlu berupaya melahirkan generasi muda yang berpengetahuan, mampu berfikir secara kritis dan kreatif serta berupaya berkomunikasi dengan berkesan pada peringkat global. Di harapkan langkah mengaplikasikan Kemahiran Berfikir Aras Tinggi (KBAT) dalam PdP akan dapat menaikkan prestasi negara khususnya dalam persaingan peringkat antarabangsa terutama dalam pentaksiran Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang dinyatakan dalam Pelan Pembangunan Pendidikan 2013-2015.

Kemahiran Berfikir Aras Tinggi

Dalam usaha kita untuk bersaing dengan negara-negara termaju di dunia, sistem pendidikan kita perlu berupaya melahirkan generasi muda yang berpengetahuan, mampu berfikir secara kritis dan kreatif serta berupaya berkomunikasi dengan berkesan pada peringkat global. Di harapkan langkah mengaplikasikan Kemahiran Berfikir Aras Tinggi (KBAT) dalam PdP akan dapat menaikkan prestasi negara khususnya dalam persaingan peringkat antarabangsa terutama dalam pentaksiran Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang dinyatakan dalam Pelan Pembangunan Pendidikan 2013-2015.

Alu-Aluan

Selamat Datang ke Blog Saya